Selasa, 12 Mei 2020

kemiskinan

kemiskinan dipahami sebagai keadaan kekurangan uang dan barang untuk menjamin kelangsungan hidup. Dalam arti luas, kemiskinan merupakan suatu fenomena multi face atau multidimensional.


  1.  Kemiskinan absolut: bila pendapatannya di bawah garis kemiskinan atau tidak cukup untuk memenuhi pangan, sandang, kesehatan, perumahan, dan pendidikan yang diperlukan untuk bisa hidup dan bekerja.
  2. Kemiskinan relatif: kondisi miskin karena pengaruh kebijakan pembangunan yang belum menjangkau seluruh masyarakat, sehingga menyebabkan ketimpangan pada pendapatan.
  3.  Kemiskinan kultural: mengacu pada persoalan sikap seseorang atau masyarakat yang disebabkan oleh faktor budaya, seperti tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupan, malas, pemboros, tidak kreatif meskipun ada bantuan dari pihak luar.
  4. Kemiskinan struktural: situasi miskin yang disebabkan karena rendahnya akses terhadap sumber daya yang terjadi dalam suatu sistem sosial budaya dan sosial politik yang tidak mendukung pembebasan kemiskinan, tetapi seringkali menyebabkan suburnya kemiskinan (Suryawati 2005).


       gambar diatas menunjukan seseorang yang tengan memilah hasil tangkapan ikannya. jika dilihat lebih dekat maka bisa dilihat bahwa dia mendapatkan ikan yang kecil kecil. kenapa mereka hanya mendapatkan ikan yang kecil? pastinya karena perahu mereka tidak mampu untuk mencapai tengah laut. seharusnya pemerintah harus memfasilitasi mereka para nelayan agar perahu mereka dapat berlayar ke tengah laut dan bisa menangkap ikan yang besar untuk mensejahterakan rakyat pesisir laut. saat mereka sudah bisa menangkap ikan sampai ketengah hasilnya pemerintah pasti juga ikut merasakan. pemerintah juga harus memperhatikan secara merata perekonomian dan transportasi yang digunakan di indonesia. 

Selasa, 05 Mei 2020

Pembangunan Berkelanjutan



1. Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development)  pada hakekatnya ditujukan untuk              mencari pemerataan pembangunan antar generasi pada masa kini maupun masa mendatang. Sasaran Pembangungan Berkelanjutan mencakup upaya untuk Pemerataan manfaat hasil-hasil pembangunan antar generasi (intergeneration equity), safeguarding atau pengamanan terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup, pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam semata untuk kepentingan mengejar pertumbuhan ekonomi, mempertahankan kesejahteraan rakyat (masyarakat) yang berkelanjutan, mempertahankan manfaat pembangunan, menjaga mutu ataupun kualitas kehidupan manusia antar generasi (Rahadian. H A. 2016). jadi, kesimpulannya adalah pembangunan berkelanjutan adalah pemerataan suatu bangunan dengan tetap melihat lingkungan sekitar yang ada, dan tetap memikirkan generasi yang akan datang supaya tetap menikmati lingkungan yang ada.


2. Pembangunan dapat disebut berkelanjutan apabila memenuhi kriteria ekonomis, bermanfaat secara sosial, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Konsep pembangunan berkelanjutan terus mengalami perubahan sejak diperkenalkan pada tahun 1970 (Mukhlis I 2009). Sebagai manusia kontibusi yang bisa kita sumbangkan adalah memberi manfaat kepada masyarakat melalui seminar, sosialisasi, dll. Adapun hal lain yang dapat kita lakukan adalah menjaga kelestarian lingkungan, terutama penerapan pada diri sendiri, membuang sampah pada tempatnya adalah contoh kecilnya.

3. Kerusakan lingkungan saat ini telah banyak terjadi di Indonesia, yang disebabkan kurangnya kesadaran Sumber Daya Manusianya hal ini bisa kita lihat dari perilaku membuang sampah sembarangan, pembukaan lahan baru, penembangan pohon secara liar, penggunaan kendaraan bermotor yang melebihi kapasitas dan masih banyak lagi. Dari semua kerusakan lingkungan tersebut orang miskinlah yang paling banyak merasakan dampak buruknya. Contohnya penggusuran tempat tinggal orang miskin dengan tujuan pembukaan lahan baru untuk industri. Banyaknya para petani yang mesti kehilangan lahan dan mata pencahariannya sebab tercemarnya lingkungannya.



Daftar Pustaka :
 Mukhlis I. 2009. Eksternalitas, Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan dalam Perspektif Teoritis. Jurnal Ekonomi Bisnis. 3(1). 191-199.

 Rahadian A H. 2016. Strategi Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Ilmu Sosial. 3(1). 46-56.